Sudah Menyebarkan Kabar Baik Hari ini ?

sablon murah

Seperti biasa setiap hari jumat, sablon kaos bekasi tidak hanya memberikan materi tentang dunia sablon murah saja kepada kalian, tetapi sekarang ada juga cerita inspiratif agar kita semua lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Yuk kita simak sama-sama.

Kemarilah, kita akan menuju rumah Nabi dan rasakanlah kebahagian tiada tara bersama cahayanya yang mulia.

Ajaklah jiwa kita untuk berkhayal sekali lagi seolah kita sedang berada di jalan jalan kota madinah munawarah, perjalanan indah untuk berjumpa kekasih tercinta, kenikmatan berjumpa dan kenikmatan hati mendengarkan nasehat yang manis.
lalu sampailah kita di depan pintu rumah yang bersahaja, cobalah ketuk pintunya dan ucapkan salam,maka Nabipun mempersilahkan kita memasuki majlisnya. Ketika kita memasukinya, kita temukan beliau yang mulia duduk diiringi para sahabat setianya untuk mengajarkan bagaimana tata cara beribadah, dan tak seorang pun kita dapatkan para sahabat ini sekedar menoleh ke kanan dan kirinya disaat nasehat itu disampaikan, dan dengarkanlah nasehat mulia itu ,

“sungguh manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi selainnya,dan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan rasa bahagia bagi saudara muslimnya, atau meringankan kegelisahan saudara muslimnya, membayarkan hutangnya, menyingkapkan rasa laparnya, dan sesungguhnya seseorang yang menemani saudara muslimnya dalam sebuah keperluan yang baik jauh lebih aku sukai daripada ia beri’tikaf di Masjid satu bulan, dan barang siapa menahan amarahnya, maka Allah akan menutupi auratnya, barang siapa yang ia bisa memaafkan padahal ia mampu membalasnya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan RidhaNya di hari kiamat kelak, dan barang siapa berjalan memenuhi hajat saudaranya sampai tetap hatinya, maka Allah akan menetapkan kakinya di hari ketika tergelincirnya semua kaki, dan sungguh akhlak yang buruk itu merusak amal sebagaimana rusaknya madu karena cuka (HR. Thabrani)

Maka marilah kita belajar bagaimana cara Rasulullah SAW memberikan rasa senang bagi saudara muslimnya.

Menebarkan kabar baik untuk sekitar.

Secara fitrah , manusia mempunyai kecenderungan untuk menyukai hal hal yang baik, tak terkecuali kabar yang menyenangkan, dan Rasulullah SAW adalah seseorang yang senantiasa menebarkan berita bahagia bagi orang di sekitarnya. Lalu bagaimana Nabi menebarkan kebahagiaan bagi orang di sekitarnya?

  1. Adalah ketika beliau memberi kabar kepada istrinya Khadijah RA tentang sebuah rumah di surga yang terbuat dari permata yang terpelihara. Dari Abu Hurairah RA dia berkata “Datanglah Jibril AS kepada Nabi, kemudian berkata: Sungguh akan datang kepadamu Khadijah, dan bersamanya nampan berisikan lauk, makanan dan minuman, maka ketika ia mendatangimu sampaikanlah bahwa Rabbnya mengirimkan salam, dan kabarkanlah kepadanya tentang rumah di surga yang terbuat dari permata yang terpelihara yang tidak terdapat kebisingan di dalamnya dan tidak pula memberatkan”
  2. Kemudian kabar baik beliau SAW kepada istrinya Aisyah RA tentang pembebasan Aisyah dari fitnah yang dituduhkan.
  3. Kabar baik beliau kepada Ka’ab bin Malik tentang pembebasannya dari hukuman dikucilkan selama 50 hari, akibat ketidak ikut sertaanya dalam perang Tabuk.
  4. Kabar baik beliau tentang para sahabat yang dijamin masuk surga.
  5. Kabar baik beliau untuk Abu Bakar bahwa ia akan dipanggil dari delapan pintu surga
  6. Kabar istimewa beliau bagi ummatnya bahwa siapapun yang mati dalam keadaan bertauhid, maka ia akan menjadi penghuni surga, bahkan umat yang berada di neraka sekalipun asalkan ada sedikit keimanan di dalam hati, maka ia akan diangkat menuju surga, setelah masa hukumanya berakhir.
  7. Kabar istimewa beliau tentang para sahabat yang selalu dirindukan surga,Rasulullah bersabda “Surga itu rindu dengan tiga orang, Ali, Umar, dan Bilal”.
  8. Bahkan kabar istimewa bahwa terompah Bilal yang sudah terdengar di pelataran surga.

Dan beginilah Rasulullah dengan kemuliaanya senantiasa memberikan kabar yang membahagiakan bagi yang mendengarkannya. Pada hal ini dimanakah posisi kita? Sudah kah kita menjadi orang yang selalu memberikan kabar sejuk bagi setiap yang berada disekitar kita? Jika kita mengetahui tentang keutamaan ini, lalu mengapa kita masih belum bisa untuk berlomba menjadi orang yang pertama kali.
Sudahkah kita sebagai suami menjadikan istri kita selalu menangis bahagia karena kebaikan yang kita ucapkan?

Sudahkah kita sebagai istri mampu bersabar dan tetap tersenyum kepada suami dikala hati sempit?

Sudahkah kita sebagai anak memberikan tutur kata terbaik kepada orang tua kita yang semakin renta,sehingga setiap yang kita ucapkan kepada mereka selalu dijawab dengan senyuman dan doa penuh keridhaan?

Jika belum demikian, cukuplah Rasulullah sebagai teladan terbaik.

Sumber: akademi siroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *